ROOMING IN




ROOMING IN

Pernahkan Anda mendengar istilah rawat gabung (rooming in)? Istilah rawat gabung saat ini mulai populer di tengah masyarakat khususnya bagi ibu-ibu yang pernah melahirkan anak di rumah sakit atau sarana kesehatan umum lainnya. Rawat gabung merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) khususnya bayi baru lahir. Rooming in (rawat gabung) berarti menempatkan bayi sekamar/seruangan dengan ibunya, meski tetap berada di tempat tidur yang berbeda, jarak ibu dan bayinya jadi berdekatan, sehingga memungkinkan ibu memperhatikan bayinya.

Rawat gabung bahkan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dalam Pasal 10 disebutkan, tenaga Kesehatan dan penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib menempatkan ibu dan bayi dalam satu ruangan atau rawat gabung kecuali atas indikasi medis yang ditetapkan dokter. Rawat gabung antara ibu dan bayinya merupakan salah langkah untuk menyukseskan pemberian ASI eksklusif. Dengan rawat gabung, ibu bisa kapan saja menyusui bayinya setelah sebelumnya dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Bayi juga bisa segera mendapat kolostrum saat menyusui untuk menyempurnakan ususnya.

Sudah umum diketahui bahwa ASI sangat penting bagi bayi, disamping sebagai sumber makanan yang kaya nutrisi, ASI juga mengandung zat kekebalan yang berfungsi melindungi bayi dari berbagai penyakit. Bayi yang mendapat cukup ASI akan lebih sehat dan lebih kebal terhadap penyakit. Untuk itu sangat penting bagi bayi mendapatkan ASI semenjak dilahirkan ke dunia ini. Untuk mewujudkan kondisi ideal tersebut, maka rawat gabung adalah jawabannya. Di samping manfaat tersebut, masih banyak lagi manfaat lainnya dari sistem rawat gabung. Berikut ini manfaat rawat gabung yang dikutip dari website resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Mempercepat mantapnya dan terus terlaksananya proses menyusui
Dengan rawat gabung ibu dapat memberi ASI sedini mungkin, juga lebih mudah memberikan ASI. Adanya kontak terus menerus antara ibu dan bayinya memungkinkan ibu segera mengenali tanda-tanda bayinya ingin minum sehingga ibu/bayi dapat menyusui/menyusu on demand. Ibu yang melakukan rawat gabung menghasilkan ASI yang lebih banyak, lebih dini, menyusui lebih lama, dan lebih besar kemungkinannya menyusui eksklusif dibandingkan ibu yang tidak melakukan rawat gabung.

Memungkinkan proses bonding
Rawat gabung akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya. Makin banyak waktu ibu bersama bayinya, makin cepat mereka saling mengenal. Ibu siap memberikan respon setiap saat. Rawat gabung juga menurunkan hormon stres pada ibu dan bayi.

Menurunkan biaya
Pihak rumah sakit dapat menekan biaya karena tidak perlu membangun dan memelihara ruang bayi sehat, tidak perlu mengeluarkan gaji untuk petugas ruang bayi sehat, juga biaya yang harus dikeluarkan bila bayi menjadi sakit dapat dikurangi. Turn over lebih cepat.

Peralatan minimal
Bila dilakukan bedding-in maka akan mengurangi pembelian boks bayi. Tidak memerlukan botol susu.

Tidak ada tambahan tenaga
Tidak perlu menambah tenaga untuk ruang bayi sehat, karena untuk rawat gabung dapat memanfaatkan tenaga yang sudah ada di ruang nifas.

Menurunkan infeksi
Adanya kontak kulit antara bayi dan ibunya memungkinkan bayi terpapar pada bakteri-bakteri normal pada kulit ibu, yang dapat melindungi bayi terhadap kuman-kuman berbahaya. Kolostrum yang mengandung banyak antibodi, yang segera didapat bayi, juga melindungi bayi terhadap penyakit infeksi. Menurut Dokter Spesialis Anak yang juga pakar ASI, Utami Roesli, bayi harus berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian, jika bayi dipisahkan dari ibunya dapat menurunkan daya tahan tubuh bayi. Selama 6 jam saja bayi dipisahkan dari ibunya akan meningkatkan hormon stres bayi. Kalau hormon stres meningkat, daya tahan tubuh menurun. Riset terakhir juga menunjukkan bahwa makin sering ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI.

Keuntungan untuk bayi
Bayi yang dirawat gabung akan lebih jarang menangis, lebih mudah ditenangkan, lebih banyak tidur. Mereka minum lebih banyak dan berat badannya lebih cepat naik. Ikterus lebih jarang terjadi. Bayi juga lebih hangat karena berada dalam kontak terus menerus dengan kulit ibunya.

Melatih ketrampilan ibu merawat bayinya sendiri
Tindakan perawatan bayi yang dilakukan di dekat ibunya akan membantu ibu untuk melatih ketrampilan merawat bayinya sendiri, sehingga pada saat pulang ibu sudah tidak canggung lagi merawat bayinya. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri ibu.

Penting bagi para ibu, ayah, dan keluarga untuk mengetahui manfaat rawat gabung tersebut. Pastikan bidan maupun rumah sakit yang dipilih dalam proses melahirkan nanti melakukan rawat gabung, IMD, dan mendukung pemberian ASI eksklusif serta ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Bidan Izza
-Ibu Alam-

Our Gallery

Kumpulan foto kegiatan dan pelayanan "IBU ALAM SALATIGA"

Mamapito Birthing Dolls 12

kunjungan 3

Kunjungan Unissula (29092022)

BABY 1

Selengkapnya

Contact Us

Untuk memperluas jaringan, dan kerjasama dalam mengaplikasikan konsep Ibu Alam ke dalam sebuah klinik pratama / utama / RS. Ibu Alam menyediakan pendidikan dan pelatihan (education and training) oelh Ibu Alam tim bagi stake holder yang berminat. Pelayanan holistik ini mampu bersaing di era global, karena mindset costumer bukan lagi pelayanan gratis namun pelayanan yang nyaman dan humanis. Company Profile Ibu Alam akan dikirim via email jika anda berminat mengadakan kerjasama.

Contact Info

  • Tegalsari 1/8 Mangunsari
    Sidomukti Salatiga
    Jawa Tengah 50721